Sabtu, 14 Maret 2015

Masalah Dalam Pembelajaran

0 komentar


Assalamu’alaikum wr wb......!!
Apa kabar rekan-rekan semua, semoga kawan-kawan semua selalu dalam lindungan Allah SWT selalu tentunya. Alhamdulillah akhirnnya kembali kembali berjumpa dengan postingan saya yang berbeda dengan tema yang baru, semangat yang baru, dan tentunya juga aktifitas yang baru yang luar biasa....!! hehehheh
             Oh iya... kali ini saya sedikit membagi tips buat rekan-rekan semua, mungkin kawan-kawan semua udah pada pernah dengar atau pernah dipos oleh orang lain, eittss jangan salah ini adalah deskripsi saya sendiri tanpa plagiat dari orang. Mungkin ada kesamaan tapi pasti banyak perbedaan. heheheh . dan saya hanya mengulang kembali tips ini. Dan semoga kita bisa mengaplikasikannya dikehidupan kita. Aminnn... amin ya rabbal ‘alamin....
            So, judul kali ini sayaangkat dari sebuah seminar atau yang sering kita sebut dengan Kuliah Umum yang dibawakan oleh seorang yang begitu luar biasa bagi saya karena memberikan motivasi yang cukup Amazingg, waaww luar biasa bukan..??? . nama beliau adalah Prof. Ir. DR. Sha’ri Mohd. Yusuf, Beliau adalah seorang Dosen disalah satu Negara tetangga kita sendiri Loh  yakni di Universitas di Jiran yaitu University Of Teknology Malaysia (UTM) kala itu beliau membawakan tema “How to Excel as a Student and in Life” sungguh luar biasa bukan....??
            Eittsss  tunggu dulu Disini saya tidak menjelaskan apa yang disampaikan beliau dengan  panjang lebar mengenai tema yang dibawa beliau, saya hanya cukup mengambil point yang penting saja, yang begitu berarti bagi saya dan bagi teman-teman tentunya. Saya mengambil judul ini karena saya juga pernah mengalami hal yang di terkemuka di judul ini. Judulnya adalah “CAUSES OF PROBLES IN LEARNING (Penyebab Masalah dalam Pembelajaran)

            CAUSES OF PROBLEMS IN LEARNING
(Penyebab Masalah dalam Pembelajaran)
Oleh : Jukhri Syahputra Bancin

            Seiring berjalannya globalisasi dan arus pembelajaran yang kian begitu terhambat oleh faktor-faktor yang memicu dalam hal belajar mengajar. Didalam pembelajaran yang kita jalani baik dilingkungan Sekolah, Kampus, atau ditempat belajar seperti privat dan sebagainya tak jarang kita sering mengalami masalah dalam belajar. Didalam masalah ini penyebab-penyebab yang sering terjadi ialah :

1.      Poor Time Management (Pengaturan waktu yang sangat Lemah)
Waktu dalam sehari (Siang dan Malam) terdiri dari 24 jam. Dalam hal ini kita membagi waktu yang 24 jam itu menjadi 4 bagian  sesuai riwayat. Yakni : untuk Ibadah, bekerja (mencari nafkah), keluarga, dan diri sendiri.
Maka dalam melakukan suatu pekerjaan kita perlu ahli dalam memenej waktu kita secara sempurna. Jangan sampai waktu 24 jam yang Allah berikan kita gunakan dengan sia-sia atau dengan kata lain tidak efektif. Didalam Alqur’an Allah sangat menegaskan tentang masalah waktu ini, seperti yang terdapat disurah al-Ashr .
Demi waktu, sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian
Didalam ayat tersebut Allah bersumpah dengan nama waktu, bahwa apabila manusia tidak menggunakan waktunya dengan sungguh-sungguh maka benar-benar mereka dalam keadaan rugi besar.
Dalam kehidupan para sahabat waktu sangat berharga. Mereka sangat memuliakan waktu mereka. Seperti halnya dikatakan olh Hasan Al-Basri “Para sahabat lebih memuliakan waktu sore dari pada siang maka disunnahkan pada waktu tersebut untuk bertasbih dan beristighfar”.
Banyak pepatah mengatakan waktu “Waktu adalah pedang”, jika kita tidak mampu mengendalikan pedang tersebut, bisa jadi tubuh kita yang akan disayat. Begitu juga dengan waktu jika kita tidak dapat menghandle waktu kita, maka waktu yang akan menghandle kita.

Ambil waktu untuk bekerja, karena waktu adalah harga sebuah keberhasilan

2.      Lack of Discipline (Kurangnya Kedisiplinan)
Penyebab yang kedua adalah Lack of Discipline. Apabila kita tidak memiliki etika dalam diri kita terhadap guru-guru, baik disekolah, kampus, atau diluar dari itu, yang memberikan suatu arti pembelajaran ilmu. Maka ilmu yang diberikan oleh mereka hanya sia-sia belaka, sama halnya kita membuang waktu kita kalau kita tidak gunakan secara efisien.
Coba bayangkan jika kita berada pada posisi mereka, apakah kita mampu mngendalikan emosi kita karena hal sepele dikarenakan tidak menghargainya. Problem kedua ini sangatlah susah untuk kita temukan didalam diri seorang mahasiswa ataupun siswa. Mengapa demikian..?? tentunya kurangnya perhatian orangtua terhadap anaknya bagaimana attitude/ etika anaknya diluar sehingga anaknya kurang disiplin. Kita sebagai seorang yang berpendidikan tentunya tidak jauh dari etika layakya seorang yang berpendidik. Kita disekolahkan untuk mengubah tingkahlaku kita.

3.      Lack of Study Skills (Kurangnya pembelajaran keahlian)
Masalah ketiga ini sangat sering kita alami dalam proses belajar mengajar. Kita sering kali tidak peduli dengan keahlian kita sendiri, sehingga apa yang kita peroleh nantinya tidak maksimal. Sering banyak kita temui cara berpikir mahasiswa jauh dari rasional. Contohnya saja dalam penentuan tujuan akhir atau tamat kuliah. Ketika kita bertanya pada mahasiswa mengnai apa tujuan dia kuliah..? rata-rata mahasiswa menjawab mengejar ijazah, nilai atau sejenisnya. Padahal itu tidak lah penting ketika tamat nantinya. Hal yang terpenting yyang harus kita ubah dalam diri kita adalah pola berpikir kita (mindset) menjadi yang rasional.

4.      Thingking Skills
Disamping kita ahli dalam pembelajaran, kita juga ahli dalam berpikir bisa. Jika dari awal kita berpikirnya tidak bisa, maka seterusnya akan tidak bisa juga. Siapa bilang orang tuli seperti Bet Hopen yang musiknya begitu indah mampu menggempur dunia ini. Siapa bilang orang idiot tidak bisa berbisnis online hingga puluhan juta rupiah. Apakah dengan seluruh kelemahan yang kita miliki kita merasa tidak mampu..??
Sungguh pertanyaan yang tidak masuk logika. Kebanyakan orang berhasil bukan timbul karena ia gagah, cerdik, sempurna atau yang lain-lain, kebanyakan meraka adalah serba kekurangan. Mereka lebih banyak kekurangannya dari kita, tetapi kita kita selalu berpikir tidak bisa melakukannya..?
Intinya adalah jika kita berpikir untuk bisa pasti akan bisa, tetapi sebaliknya jika kita merasa itu berat  bagi kita, yakinlah pasti tidak akan pernah bisa. Berbagai kasus sering kita dengar seperti “itu bukan keahlian saya,,,?” “Sungguh rumit soal-soal yang diberikan guru ini” padahal dari keseluruhan kasus dia tak pernah mencoba walaupun itu salah. Cobalah untuk selalu tidak menilai hal yag rumit kita rasa  kita bisa perpikir untuk bisa. Yakinlah dengan kelebihan  kita dapat menutupi semua kekurangan kita.
Tugas kita disini bukan untuk sekedar berhasil, namun tugas kita adalah untuk mencoba dan mencoba. Karena dengan mencoba ada kemungkinan utnuk berhasil.
“setiap persoalan pasti ada jalan keluar”
“setiap masalah pasti bisa diatasi”
Jangan pernah mengatakan “Wahai Allah Masalah itu Besar, Tetapi katakanlah dengan lugas Wahai masalah Allah itu sangatlah Besar” 
“Not Trial & Error but Trial & Learn”
Selalu lah berpikir untuk bisa...

            Nah, sobat-sobat semua dah pada tahu kan masalah-masalah sering kita alami dalam belajar..?? saya bukan lah mengajari sobat-sobat semua saya hanya berbagi tips yang mungkin bermanfaat bagi sobat-sobat yang lagi menempuh pendidikan…,
            So, jika ini berguna bagi sobat-sobat semua, yukk kita bagi ke sobat-sobat yang lain, supaya kita mengubah pola piker kita sama-sama. “Indahnya saling berbagi” bukan..??? hhehe :D :D :D

Moga Sukses Selalu buat Kita...........
Salam Perjuangan..........


Continue reading →

Profil Ku

2 komentar

MY PROFIL

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...
Blog ini dibuat untuk berbagi kepada kawan-kawan semua baik itu mengenai materi kampus, materi sekolah SMA/SMK/MA ataupun SMP/MTS. kawan-kawan semua bisa mendownload yang ada. dan semoga blog ini bermanfaat bagi kawan-kawan semua. untuk kritik dan sarannya silahkan hubungi saya. Nah, disini akan saya buat profil saya semoga kita lebih akrab saling sharing dan cengkrama baik seputar pelajaran ataupun organisasi.
Nama                           : Jukhri Syahputra Bancin
Jenis Kelamin              : Laki-laki
Tempat/tgl lahir           : Penanggalan, 31 Mei 1995
Status                          : Lajang/Belum Menikah
Agama                         : Islam
Alamat                        : Jl. R.Usman, Desa Penanggalan, Kecamatan Penanggalan Kota Subulussalam Provinsi Aceh
No. HP                        : 085271774015
Golongan darah          : B
Email                           : Jukhri.syahputra@students.uin-suska.ac.id/ jukhribancin@gmail.com
Facebook                     : https://www.facebook.com/juhri.syahputra
Twitter                        : @jukhrisyahban
Pin BB                        : 59AA2B1F
WhatsApp                   : 085271774015
Riwayat Pendidikan   :
            SD                   : SDN 1 Penanggalan, kota Subulussalam, ACEH
            SMP                : MTsS Dairi Sidikalang, Sumatra Utara
            SMA               : SMKN 1 Penanggalan, ACEH
            Universitas      : UIN Sultasn Syarif Kasim-Sistem Informasi          

MOTTO  : "NOTHING IMPOSSIBLE, I CAN DO IT"


Continue reading →
Selasa, 02 Oktober 2012

Kutemukan Cahaya Cinta di Halaqoh

0 komentar
Oleh : Jukhri Syahputra Bancin


             Berawal dari hari-hariku yang penuh dengan kesenangan dunia yang ku agungkan, aku merasa dunia ini adalah segala-galanya. Tapi ternyata penilaianku salah. Ketika itu selembar kertas pengumuman menempel disuatu Majalah Dinding (Mading) sekolahku, yang dulunya aku tak pernah mendengar pengumuman itu, ternyata isi pengumamn tersebuat adalah ajakan untuk mengikuti sebuah pesantren kilat di bulan Ramadhan 1431 H. Tetapi bukan pesantren kilat namanya, panitia memberi nama Pondok Indah Ramadhan (PIR) yang pada tahun itu baru beranjak ke season 4. Awalnya tak acuh dengan kegiatan itu, namun entah kenapa ingin rasanya mengikuti kegiatan itu, disamping penasaran karena namanya yang terasa aneh bagiku. Aku pun berusaha mencari alamat pendaftarannya yang tertera di pengumuman itu. Maklumlah, saat itu aku lebih lama diperantauan daripada kampung sendiri.
          Lelah kumencari ke sana-sini alamat pendaftarannya, Alhamdulillah akhirnya kutemukan juga alamat yang kucari-cari, ternyata itu adalah sebuah markaz dakwah. Aku bertanya-tanya pada hari itu “Markaz dakwah kok banyak mainan anak-anak ya....?” heheh.... Tetapi aku tak peduli dengan pertanyaanku sendiri. Niatku disini hanya ingin mengikuti kegiatan yang tertera di pengumuman tadi pagi, tidak ada pertanyaan lain yang aneh-aneh.  Setelah lama melihat-lihat, akhirnya aku menemukan salah satu panitia yang menunggu pendaftaran acara itu, dan aku pun berbincang-bincang lama dengan panitia itu mengenai kegiatan yang mereka adakan. Tidak lama kemudian, karena merasa bosan aku pun izin pulang. Sebelum pulang salah satu dari mereka memberikan formulir pendaftarannya serta surat izin dari orang tua untuk mengikuti acara itu.
            Ditengah perjalanan dengan motor yang sering kubawa, aku teringat dengan kawan-kawan dan aku berniat mengajak mereka mengikuti kegiatan itu. Setelah beberapa lama di atas motor aku bertemu dengan mereka, yang pada saat itu mereka sedang asyik menobrol. Awalnya mereka tak setuju untuk mengikuti acara itu, aku pun berusaha mencari jalan agar mereka mau mengikutinya. Salah satu dari mereka setuju yang akhirnya semua kawan-kawanku ikut dalam acara itu. Kami berlima akhirnya mengikuti acara itu.
            Diakhir acara itu ada pembagian kelompok-kelompok yang awalnya aku tak mengerti kelompok apa itu. Aku mendapat kelompok bersama ustadz Lukman Sari, SE. Satu dua kali pertemuan berjalan dengan lancar, tapi pertemuan selanjutnya aku tak pernah hadir lagi. Setelah beberapa bulan meninggalkan kelompok, perasaan hati tak tenang karena tidak mengikuti kelompok itu. Dan akhirnya aku kembali ikut dalam kelompok yang lain dari ajakan kawan tentunya, entah kenapa aku lebih merasa nyaman setelah mendalamani kelompok itu, ternyata kelompok yang aku bangga-banggakan mempunyai nama lain yakni Halaqoh atau Liqa’  aku baru sadar bahwa itulah nama lain dari kelompok  itu. Aku pun semakin bersemangat utuk melakoninya, tetapi hanya beberapa bulan berjalan tiba-tiba aku berhenti tak tau apa yang terjadi. Aku bingung harus dimana lagi aku menemukan dan mencari Halaqoh seperti itu yang telah membukakan hati ku, apakah aku harus menunggu acara PIR 6  tahun depan?  itu mustahil bagiku. Tekadku untuk mencari ilmu kala itu sangat tinggi, sehingga aku tak peduli apa kata orang, akhirnya ada kawan yang memberikan masukan dimana aku harus menemukan halaqoh. Dan Alhamdulillah akhirnya aku dapat juga menemukannya.
            Aku merasa senang, karena bertemu dengan orang-orang yang luar biasa, aku sangat bersyukur pada Allah SWT yang telah memberikan kesempatan untuk berkumpul dan satu Halaqoh serta dapat bergabung bersama orang yang luar biasa bagiku. Murabbi-ku (Guru) kala itu adalah Ustadz Adnan,S.Ag. Pertemuan pertama kami hanya bertukar pikiran bagaimana kedepannya Halaqoh ini.
            Intifadho, nama halaqoh-ku yang diambil dari tekad yang kuat dan kreatifitas dari kawan-kawanku untuk berbuat kebaikan. Dengan adanya nama Liqa’ yang luar biasa ini kami pun semakin bersemangat untuk selalu Liqa’ dan di Tarbiyah ini. Karena Murabbi-ku (guru) sering mengatakan kepada kami “Tarbiyah bukan segalanya, tetapi segala sesuatu berawal dari tarbiyah”  begitulah awal kecintaan ku pada tarbiyah yang diberikan Murabbi-ku. Dan karena Tarbiyah-lah aku dapat meraih jejak-jejakku yang membanggakan, Alhamdulillah.
            Usai sholat isya, rutinitas ini tak asing lagi aku lakukan sebagai penyeimbang hari-hariku dalam sepekan. Sudah pastinya aku ingin menjadi mentor yang baik dan orang yang bermanfaat bagi masyarakat, jadi aku harus banyak bersabar untuk mencapai impian yang gemilang itu. Malam itu juga aku melihat kawan-kawan se-Halaqohku yang sudah pada berkumpul ditempat biasa kami bertemu. Sambil menunggu kawan yang lain kami asyik ngobrol sana sini satu dengan yang lain. Tidak lama kemudian kami telah berkumpul semuanya dirumah sang Murabbi, dan kami bersiap-siap menyimak materi yang diberikan Murabbi untuk kami bawa pulang pastinya sebagai oleh-oleh kami. Dan untuk dapat kami amalkan di aktivitas sehar-hari tentunya.
            Materi yang pernah diberikan murabbi-ku  di majlis ilmu ini sangatlah luar biasa mulai dari Tafsir Al-Qur’an, Tahsin, Hadist-hadist, kemudian Ma’rifatullah, ma’rifaturrasul, ghozul fikri, dan masih banyak materi yang luar biasa yang diberikan kepada kami yang memenuhi aktivitas kami sehari-hari. Di dalam Halaqoh ini selain aku mendapatkan ilmu dari sang Murabbi, yang lebih asyiknya lagi kami bisa curhat dengan Murabbi baik seputar sekolah/kampus, masalah sosial di lingkungan masyarakat, atau masalah seputar persahabatan bahkan masalah pernikahan juga boleh  hehe...
            Begitulah kami para haus ilmu, yang tiada henti-hentinya mencari ilmu dan tak pernah berhenti menyusuri lembah-lembah yang berduri hanya untuk mendapatkan ilmu, baik ilmu yang berbicara tentang dunia maupun yang berbicara tentang akhirat. Sungguh luar biasa memang Tarbiyah ini, nyesal dech kalau gak mengikutinya. Karena kami ingin mencari ilmu seperti lyirik lagu maidany “Jejak”
                        Menapaki langkah-langkah berduri
                        Menyusuri rawa lembah dan hutan
                        Berjalan diantara tebing jurang
                        Semua dilalui demi perjuangan
                        Letih tubuh didalam perjalanan
                        Saat hujan dan badai merasuki badan
                        Namun jiwa harus terus bertahan
                        Karena perjalanan masih panjang
            Dalam tarbiyah ini aku merasakan keseimbangan Ruhiyyah (Keimanan) dengan membaca Al-Qur’an, dan Al-Ma’tsurat, Fikriyah (pemikiran) dengan materi tarbiyah dan Jasadiyah (fisik)  atau Rihlah (jalan-jalan/ travelling) ataupun Riyadhoh (olahraga) karena keseimbangan inilah aku mengenal siapa diriku.
            Maka dari itu tidak ada alasan bagiku untuk tidak Tarbiyah lagi, walaupun aku jauh diperantauan tetapi tekad untuk Halaqoh tak akan aku sirnakan. Walaupun hujan badai yang menghadang, karena aku ingin mencapai kesuksesan dan impian ku. Seperti lyirik lagu izzatul islam .
                        Ribuan langkah kau tapaki
                        Pelosok negri kau sambangi
                        Tanpa kenal lelah jemuh
                        Sampaikan firman tuhanmu
                        Terik matahari tak surutkan langkahmu
                        Deru hujan badai tak lunturkan azzammu
                        Raga kan terluka tak jerihkan nyalimu
                        Fatamorgana dunia tak silaukan pandangmu
                        Semua makhluk bertasbih
                        Panjatkan ampun bagimu
                        Semua makhluk berdoa
                        Limpahkan rahmat atas mu....
            Oleh karena itu aku tak ragu lagi untuk hidup bersama Tarbiyah ini yang menjadikan buah cinta kepribadianku. Insya allah aku akan selalu mencintai Tarbiyah ini .


Ditulis Oleh : Jukhri Syahputra Bancin
Continue reading →
Minggu, 30 September 2012

3 Tipe Manusia Parah

0 komentar

3 TIPE MANUSIA PARAH

3 tipe manusia parah 3 TIPE MANUSIA PARAH Manusia hakekatnya memang tidak bisa hidup sendiri diatas muka bumi ini. Manusia pasti membutuhkan sesamanya agar sesama kebutuhan dapat terpenuhi dan bisa saling melengkapi. Sebutan ini biasa dikatakan dengan istilah social.
Disinilah pentingnya kerja sama agar terjalin hubunan yang baik. Sehingga kebutuhan bisa dapat teraih. Didalam tim sebuah kerja ada 3 tipe manusia parah yang perlu sobat ketahui :
Iri melihat orang lain
Orang yang seperti ini sangat sengsara dalam hidupnya karena hanya memikirkan orang lain yang merasa lebih darinya. Otaknya berputar untuk membuat orang yang diirikannya bisa terjatuh. Pandangannya yang sinis menunjukkan betapa buruknya sikap yang ingin ia lakukan terhadap orang yang ditujunya. Sikapnya tidak pernah menunjukkan kebaikan, bahkan ucapannya selalu menyudutkan. Tampak memang mata hatinya telah dibutakan sehingga semuanya tampak salah dimatanya.
Tidak mengakui kesalahan
Manusia yang bertipe seperti ini memang tampak sangat egois. Ia merasa dirinya selalu benar. Jika melihat tipikal manusia yang seperti ini, maka sangat susah bangkit menjadi orang yang sukses. Bahkan sedikit temannya dalam menjalin kerjasama.
Tidak mau belajar dari kekurangannya
Ada yang mengatakan berterima kasihlah kepada musuh mu, karena dengan adanya musuh kita lebih teliti untuk melihat kekurangan diri sendiri dan berupaya untuk menutupinya dengan banyak belajar. Berbeda jauh dengan tipe yang ketiga ini, tidak mau belajar atas kekurangan yang ia miliki. Padahal ia telah diberikan kepercayaan untuk melakukan suatu pekerjaan.
Ketiga tipe ini memang tipe manusia yang parah, dan semuanya saling berkaitan. Biasanya ini banyak terjadi dikalangan perkantoran atau suatu tim kerja maupun kelompok. Dia merasa iri ketika melihat seorang temannya yang memiliki penghasilan yang lebih tinggi. Padahal biasanya itu dinilai dari segi kemampuan dan kedisiplinan yang dilakukan. Namun ketika ia ditempatkan pada posisi tersebut belum tentu ia mampu. Tipe manusia yang begini hanya akan menjadi duri dalam suatu tim kerja. Pandai-pandailah melihat jauh kedalam diri dan hindarilah sifat yang seperti ini, jika ingin sukses dalam karir.
Continue reading →

Pemimpin itu diukur dari manfaatnya

0 komentar

Pemimpin Itu Diukur Dari Manfaatnya


Pemimpin Itu Diukur Dari Manfaatnya Pemimpin Itu Diukur Dari ManfaatnyaSetiap manusia telah diberikan tanggung jawab untuk menjadi seorang pemimpin. Dan pemimpin yang paling kecil adalah memimpin dirinya kejalan mana yang hendak ia tuju. Apakah jalan yang baik atau jalan yang buruk. Namun sebenarnya dari hal yang terkecil ini adalah merupakan tolak ukur gambaran dirinya pada orang lain. Ketika seseorang benar-benar bisa memimpin dirinya menjadi seorang yang bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Maka dia pasti akan menjadi orang yang bisa menjadikan orang lain bermanfaat pula. Inilah ukuran dan ciri pemimpin yang sebenarnya.
Seorang yang bisa duduk menjadi seorang pemimpin tentu sudah dibekali dengan ilmu dan kemampuan. Sehingga ia bisa duduk dan menyandang suatu jabatan. Namun apakah ia bisa memberikan manfaat pada orang lain dari sebab duduknya ia menjadi seorang pemimpin ??
Jawaban ini pasti sudah ada pada orang yang dipimpin. Namun jika ditanya lagi pada diri sendiri apakah anda sudah bisa menjadi pemimpin yang bisa memberikan manfaat bagi oran lain ?? jawabannya ada pada diri kita sendiri.
Hal inilah yang perlu kita benahi, semuanya tergantung pada orang yang menjalani. Jika ingin menjadi seorang pemimpin berikanlah manfaat pada orang lain dengan sebab kepemimpinan yang dipegang. Dengan menunaikan hak anggota, karyawan dan lain sebagainya serta melakukan kewajiban selaku seorang pemimpin.
Suatu hal yang perlu kita ingat bahwa pemimpin itu diukur dari manfaatnya kepada orang yang disekitarnya bukan karena banyaknya ilmu yang dimilikinya.
Continue reading →

Labels